Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/mtspsmtanen.sch.id/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/mtspsmtanen.sch.id/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226
MEWUJUDKAN GENERASI PECINTA AL QURAN DI LINGKUNGAN MADRASAH Oleh: Titik Widyawati S.Pd.I
Situs Web Resmi MTs PSM Tanen

MEWUJUDKAN GENERASI PECINTA AL QURAN DI LINGKUNGAN MADRASAH Oleh: Titik Widyawati S.Pd.I

MEWUJUDKAN GENERASI PECINTA AL QURAN DI LINGKUNGAN MADRASAH  Oleh: Titik Widyawati S.Pd.I
Buletin MTs PSM Tanen

Al-Qur’an adalah petunjuk yang diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh umat melalui perantara malaikat Jibril dan nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an merupakan pedoman dan tuntutan hidup umat Islam, baik sebagai individu maupun sebagai umat. Sebagai pedoman dan tuntutan hidup, al-Qur’an diturunkan Allah bukan hanya untuk sekedar dibaca secara tekstual, tetapi al-Qur’an untuk dipahami, dihayati serta diamalkan dalam sosial kehidupan bermasyarakat.Sehingga tidaklah diragukan bahwa  Al-Qur’an memiliki keutamaan dibandingkan kitab-kitab samawi lainnya karena Al-Qur’an sangatlah lengkap yang didalamnya mengandung ringkasan kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi sebelumnya,hal ini dapat kita ketahui dari keistimewaan dibandingakn kitab yang lainya,diantaranya isi kandungan dalam Al-Qur’an selalu sesuai dengan segala keadaan, dari dahulu kala hingga zaman modernisasi saat ini. Selain itu Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang banyak dihafalkan oleh umat manusia sehingga tidak ada satu huruf pun atau satu harokat pun yang dapat berubah ataupun dirubah tanpa diketahui.

Cinta terhadap al-Qur’an adalah dasar utama agar generasi muda termotivasi untuk mempelajari dan mendalami tentang makna, pesan, ajaran, tuntunan dan segala sesuatu yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sedangkan saat ini geenrasi muda sedang berada pada titik dimana membiasakan diri dengan Al-Qur’an menjadi sesuatu yang jarang dilihat.

  Madrasah tempat belajar sedikit banyak menekankan pada pembelajaran berbasis Al-Qur’an namun masih belum mampu menumbuhkan kecintaan yang sebenarnya terhadap Al-Qur’an itu sendiri. Untuk itu perlu adanya motivasi yang lebih besar agar generasi muda khususnya di lingkungan madrasah tumbuh menjadi generasi yang cinta pada Al-Qur’an. Mampu mempelajari, membaca, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi mau dan mampu menghafalkannya sebagai bentuk rasa cinta terhadap Al-Qur’an.

Bagaimana mencetak generasi muda cinta Al-Qur’an?

Sebagai generasi muda yang taat, kita juga harus menumbuhkan rasa mencintai Al-Qur’an dalam diri sendiri. Padahal generasi muda, baik laki-laki atau perempuan memiliki peran yang luar biasa dalam membangkitkan Islam dan kaum muslim. Allah berfirman:

 

 

 “… Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka,dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka”(Al-Kahfi [18]:13).  

 

 

 “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,(karena)sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain”(QS Ali Imran [3]: 195).

Cinta adalah sesuatu yang abstrak, ia tak tampak oleh mata kepala. Namun dapat dirasakan dan tampak tanda-tandanya. Seorang yang jatuh cinta, hatinya akan terpaut dengan yang dicintainya. Termasuk mencintai Al-Qur’an. Mencintai Al-Qur’an adalah suatu yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata, tapi mencintai Al-Qur’an adalah dengan membersamai dan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap saatnya; membaca, memahami dan merenungi, serta mengimplementasikan kandungan maknanya. Memang awalnya sangat sulit mencintai seuatu yang kita sendiri belum mencobanya, maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus menciptakan rasa cinta itu kepada Al-Qur’an. Berawal dari benih-benih cinta maka akan tumbuh dan terus berkembang rasa cinta kita kepada Al-Qur’an. Sebagaimana hadist yang artinya barang siapa yang mencintai sesuatu maka dia adalah tawanan baginya. (Muhammad Nawawi, Nashaih al-Ibad:14).

 Lalu bagaimana mereka mengatakan cinta sedangkan mereka senantiasa menjauh dan mengabaikan. Lebih senang bermain dengan smartphone? Menjelajahi dunia mereka sendiri dan menghabiskan waktu yang lama dengan hal-hal yang jauh dari al-Qur’an. Oleh sebab itu marilah kita tingkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an agar generasi pecinta Al-Qur’an semakin tumbuh subur dimasa mendatang karena semakin banyak generasi pecinta Al-Qur’an maka bumi ini akan semakin tenteram dan terjaga.

 

Wallahu a’lam bissowab...

 

Edisi pertama

Juli 2020